Kanker serviks adalah kanker ginekologik yang biasanya tumbuh ke arah
luar dan ke arah dalam sehingga menimbulkan pembesaran serviks ( Derek,
2002 : 68).
Kanker leher rahim (serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam
leher rahim atau serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada
puncak vagina) (Susternada, 2007).
Pengertian Kanker leher rahim (serviks) adalah kanker yang
terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita
yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim
(uterus) dengan liang senggama (vagina) (Yohanes R, 1999).
Penyebab Kanker Serviks -
Leher rahim
Penyebab terjadinya kanker serviks sejauh ini belum diketahui secara
pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya
kanker serviks :
1. HPV (human papillomavirus)
Merupakan virus penyebab kutil pada daerah genetal (kondiloma akuminata)
yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai
penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
(Susternada, 2007)
2. Perokok
Kandungan tembakau yang ada di dalam bahan dasar pembuatan rokok,
merusak sistem kekebalan atau mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan
infeksi HPV pada serviks.
3. Pemakaian pil KB
Kandungan estrogen dalam pil KB dapat memicu timbulnya kanker servik. (Susternada, 2007)
4. Menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 16 tahun)
Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita berusia 20 tahun ke
atas. Jadi, seorang wanita yang menjalani hubungan seks pada usia
remaja, paling rawan bila dilakukan pada usia dibawah 16 tahun. Pada
usia ini, sel-sel mukosa pada serviks wanita belum matang. Artinya,
masih rentan terhadap rangsangan sehingga tidak siap menerima rangsangan
dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Karena masih
rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Sedangkan
sifat sel sendiri selalu berubah setiap saat, mati dan tumbuh lagi.
Karena ada rangsangan bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel
yang mati, sehingga perubahannya tidak seimbang. Kelebihan sel ini
akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker. (Erik T, 2005)
5. Berganti-ganti pasangan seksual (promiskuitas)
Penyebab kanker leher rahim, sebagian besar berasal dari kondisi
lingkungan yang diperantarai oleh virus HPV. Virus itu ditularkan
melalui hubungan seksual. Seorang wanita dapat tertular infeksi virus
dari mitra seksualnya. Infeksi virus ini dapat tertular cepat melalui
hubungan seksual multi pasangan. Oleh sebab itu penyakit ini sering
disebut penyakit akibat hubungan seksual. Dan resikoterjadinya kanker
leher rahim meningkat lebih dari 10x bila mitra seks 6 atau lebih. (Erik
T, 2005)
6. Melahirkan banyak anak (multiparitas) (Erik T, 2005 : 17-20)
7. Jumlah kelahiran dengan jarak pendek
Pada wanita yang bersalin (melahirkan) tentulah bagian kemaluan wanita
yang merupakan jalan lahir dengan mudah akan terpapar oleh dunia luar,
banyak hal terjadi selama proses persalinan secara tidak sadar virus
bisa masuk sehingga mengakibatkan infeksi. Dikarenakan infeksi tersebut
bisa mengakibatkan perubahan-perubahan pada sel-sel mukosa serviks
(displasia) (Prawiroharjo,1999). Sama seperti pada paritas, persalinan
yang terlalu dekat jaraknya, dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel
serviks. Jarak persalinan dapat menjadi factor risiko terhadap kesehatan
ibu apabila melahirkan dengan jarak kurang dari 2 tahun (DEPKES.RI,
2002)
8. Kebersihan vagina yang buruk
Sosial ekonomi rendah sangat mempengaruhi seseorang dalan memperoleh
pengetahuan. Mereka tidak tahu bahwa kurang menjaga kebersihan daerah
kemaluan dapat mengakibatkan terjadinya kanker leher rahim, seharusnya
vagina dibersihkan segera setelah melakukan hubungan intim. (Derek,
2001)
9. Perlukaan mulut rahim yang tidak mendapat pengobatan yang tepat (Derek, 2001 : 68)
10. Wanita yang suaminya tidak disunat (sirkumsisi), karena pada leher
penis dihasilkan suatu zat yang disebut smegma. Pada smegma inilah ada
sejenis virus yang gemar dan mudah berkembang biak yang bernama Human
Papilloma Virus (HPV). HPV ini mempunyai sifat carcinogen, yaitu mampu
mengubah sifat sel menjadi sel yang ganas atau kanker.
11. Golongan sosial ekonomi rendah
Golongan
sosial ekonomi rendah dapat dilihat dari pekerjaan mereka,
apakah mereka bekerja sebagai buruh ataukah sebagai wanita tuna susila
(berhubungan dengan virus HPV), ataukah dari sosial ekonomi tinggi.
Beberapa penelitian terakhir memperkirakan kejadian kanker meningkat
karena pengaruh gaya
hidup.
12. Defisiensi asam folat (folic acid), vitamin C, vitamin E,
betacarotin/ retinol dihubungkan dengan peningkatan resiko kanker
serviks. (FKUI, 2002 : 101-102)
Gejala yang munculpada Kanker Serviks (Leher rahirm)
- Keputihan yang sulit sembuh dan disertai bau. Getah yang keluar dari
vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis
jaringan. (FKUI, 2000 : 399)
- Perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause.
- Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak (Susternada, 2007)
- Perdarahan setelah menopouse (Anugerah, 2007)
Gejala dari kanker serviks stadium lanjut :
- Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan
- Nyeri punggung, panggul dan tungkai
- Dari vagina keluar air kemih
(Susternada, 2007)
2.2.3 Patologi
- 1. Kanker leher rahim (serviks) mempunyai periode inkubasi
bertahun-tahun. Selama itu, sel-sel abnormal muncul, terkadang
berkelompok dalam sarang-sarang. Sel-sel atipis ini juga dapat
menghilang karena mati dan diganti oleh sel-sel normal.Pada stadium
lanjut, pemulihan spontan ini sudah tidak memungkinkan lagi dan lama
kelamaan berkembang suatu kanker dari dalamnya.
- 2. Stadium awal dibagi menjadi berbagai tahapan :
- a. Mulai dari karsinoma yang belum tumbuh menyusup
- b. Karsinoma in situ (CIS)
- c. Kanker leher rahim intraepithelial (CIN)
- 3. Kebanyakan kanker leher rahim merupakan kanker sel gepeng yang
terjadi dari epitel sebelah luar leher rahim. Adenokarsinoma lebih
banyak muncul di akhir saluran leher rahim. Jika suatu kanker
berkembang, mudah terjadi luka karena radang akan menjadi borok yang
mudah berdarah jika disentuh seperti terjadi pada hubungan seksual
(perdarahan kontak).
- 4. Perluasan dan penyebaran dilaporkan menurut system TNM
- a. Stadium I : terbatas sampai epitel dan leher rahim
- b. Stadium II : pertumbuhan masuk ke dinding vagina dan perluasan ke samping rahim
- c. Stadium III : penyebaran ke dalam kelenjar regional di panggul
dan kemudian lebih jauh, lewat samping pembuluh darah besar ke atas,
tumbuh masuk ke panggul kecil
- d. Stadium IV : tumbuh masuk ke usus, kandung kemih, dan struktur
lain serta akhirnya metastasis berjarak ke hati, paru dan tulang (Wim
de, 2004 : 347-348)
Diagnosis Kanker Leher Rahim (Serviks)
1. Pap smear
Suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan
kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan
yang terjadi dari sel tersebut.
2. Biopsi
Dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak satu pertumbuhan atau
luka pada serviks atau jika pap smear menunjukkan suatu abnormalitas
atau kanker.
3. Kolposkopi
Pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar
4. Tes Schiller
Serviks diolesi dengan larutan yodium, sel yang sehat warnanya akan
berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi
putih atau kuning. (Susternada, 2007)
5. IVA
Yaitu pemeriksaan kanker leher rahim dengan cara melihat langsung leher
rahim setelah memulas leher rahim dengan larutanasam asetat 3-5 persen.
Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu
tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker
serviks. (Rachmad Y, 2008)
Pencegahan Kanker Leher Rahim (Serviks)
Mengurangi resiko terjadinya kanker serviks dengan cara :
1. Mewaspadai gejalanya
Segera hubungi dokter kalau ada gejala-gejala yang tidak normal seperti perdarahan, terutama setelah aktivitas seksual.
2. Menghindari merokok atau berhenti merokok (bagi yang merokok).
Wanita sebaiknya tidak merokok karena dapat merangsang timbulnya sel-sel
kanker melalui nikotin dikandung dalam darah anda. Risiko wanita
perokok terkena kanker mulut rahim adalah 4-13 kali lebih besar
dibandingkan. Wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan
efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen
virus.
3. Menghindari antiseptik
Menghindari kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan
antiseptik maupun deodorant karena akan mengakibatkan iritasi di serviks
yang merangsang terjadinya kanker.
4. Menghindari pemakaian bedak (talk)
Pemakaian talk pada vagina usia subur, bisa mengakibatkan kanker ovarium
(indung telur) dan jangan menggunakan estrogen pada wanita yang
terlambat menopause. (www.media-indonesia.com/cetak/berita.asp)
5. Pemeriksaan pap smear secara rutin minimal 1 tahun sekali
6. Diet rendah lemak
Penting diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan
seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih
berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim), sebab lemak
memproduksi hormon estrogen dan sementara endometrium yang sering
terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker. (Syifanoe,
2007)
Karakteristik Penderita Kanker Leher Rahim
1. Usia Pasien
Usia adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan) (Balai Pustaka, 2002 : 1244)
Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur 35-55 tahun
(Susternada, 2007), tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker
leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30
tahun (Syifanoe, 2007).
2. Paritas
Paritas yaitu keadaan kelahiran, keadaan wanita yang pernah melahirkan
bayi hidup atau banyaknya kelahiran yang dialami oleh seorang wanita
atau banyaknya anak yang dilahirkan (Ahmad A, 2003 : 209)
Menurut Indra Wardhana, selaku Kepala Badan Koordinator Keluarga
Berencana (BKKBN) di Medan Sumatra Utara, mengemukakan bahwa sekitar
75% wanita yang menderita kanker leher rahim diakibatkan oleh seringnya
melahirkan. (Suara Merdeka,_)
Paritas dibagi atau dibedakan menjadi 4 yaitu :
- Nullipara : seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable
- Primipara : seorang wanita yang pernah bayi hidup untuk pertama kali.
- Multipara : wanita yang pernah melahirkan bayi viabel beberapa kali (5 kali)
- Grandemultipara : wanita yang pernah melahirkan bayi enam kali atau lebih hidup atau mati.
3. Usia Ketika Menikah
Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita berusia 20 tahun ke
atas. Jadi, seorang wanita yang menjalani hubungan seks pada usia
remaja, paling rawan bila dilakukan pada usia dibawah 16 tahun. Pada
usia ini, sel-sel mukosa pada serviks wanita belum matang. Artinya,
masih rentan terhadap rangsangan sehingga tidak siap menerima rangsangan
dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Karena masih
rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Sedangkan
sifat sel sendiri selalu berubah setiap saat, mati dan tumbuh lagi.
Karena ada rangsangan bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel
yang mati, sehingga perubahannya tidak seimbang. Kelebihan sel ini
akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker. (Erik T, 2005 )
4. Jenis Kontrasepsi yang digunakan
Suatu penelitian menunjukkan bahwa risiko terjadinya displasia dan
karsinoma-in-situ serviks uteri meningkat bersama dengan penggunaan
kontrasepsi oral untuk lebih dari satu tahun. (Speroff, Leon. 2003 :
64).
Artikel Kanker Payudara

Kanker Payudara
Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan
payudara seseorang. Bila sudah sampai stadium lanjut, pengangkatan
payudara kadang-kadang dilakukan untuk keselamatan pasien. Hal ini tentu
menjadi sesuatu yang menakutkan bagi seorang wanita.
Hampir semua jenis kanker memiliki penyebab spesifik. Misalnya sebagian
besar kasus kanker kulit disebabkan oleh sinar ultraviolet matahari.
Sedangkan kanker paru-paru disebabkan karena rokok. Namun tidak ada
penyebab tunggal yang pasti untuk kanker payudara.
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab kanker payudara. Misalnya faktor
genetika, lingkungan, dan hormon kemungkinan turut berperan dalam kanker
payudara. Wanita yang rentan terhadap faktor-faktor tadi bisa jadi
memiliki risiko yang lebih tinggi.
Faktor Risiko Kanker Payudara
Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab kanker payudara. Berdasarkan
hasil statistik, kebanyakan penderita kanker payudara adalah wanita
dengan usia diatas 50 tahun. Ini berarti semakin tua seseorang, maka
peluang terkena penyakit ini semakin besar. Faktor lain yang
mempengaruhi adalah riwayat keluarga. Bila ada keluarga yang menderita
penyakit ini seperti ibu atau saudara kandung maka peluangnya akan
semakin besar. Kanker payudara juga bisa disebabkan karena sebelumnya
menderita kanker di organ tubuh lainnya sehingga menyebar ke bagian
payudara. Atau bila sebelumnya ada riwayat menderita kanker pada organ
tubuh lainnya.
Hal lain yang dapat memicu kanker adalah gaya hidup. Sering mengkonsumsi
makanan yang mengandung bahan kimia atau bersifat karsinogen, alkohol,
atau merokok.
Mencegah Kanker Payudara
Salah satu pencegahan kanker payudara adalah pola makan yang sehat.
Diperkirakan satu dari tiga kasus kanker payudara karena faktor pola
makan. Pola makan yang baik yang akan membantu mempertahankan sistem
kekebalan tubuh Anda dan ini merupakan pencegahan penyakit yang paling
ampuh. Meskipun belum diketahui adanya makanan yang dapat menyembuhkan
kanker, memakan makanan tertentu dan mengurangi makanan tertentu lainnya
dapat menjadi tindakan pencegahan.
Makanan yang kaya serat, dapat membantu menurunkan kadar prolaktin dan
estrogen, kemungkinan dengan mengikatkan diri pada hormon-hormon ini
lalu membuangnya ke luar tubuh. Ini dapat menekan fase lanjut dari
karsinogenesis (pembentukan kanker). Selain itu, mengurangi makanan
berlemak jenuh dapat menurunkan risiko. Kacang kedelai dan produk
kedelai tanpa difermentasi dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Sayur-sayuran yang kaya vitamin A, seperti wortel, labu siam, ubi jalar,
dan sayur-sayuran berdaun hijau tua seperti bayam, kangkung dan sawi
hijau, mungkin dapat membantu. Vitamin A mencegah pembentukan mutasi
penyebab kanker. Sedangkan buah-buahan dan sayuran yang kaya akan
vitamin C menurunkan risiko kanker payudara.
Deteksi Dini Kanker Payudara
Timbulnya benjolan pada daerah payudara dapat merupakan indikasi
kemungkinan adanya jenis kanker payudara. Tetapi belum tentu semua
benjolan berarti kanker karena harus diperiksa lebih lanjut untuk
kepastiannya di rumah sakit atau dokter.
Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyebar.
Indikasi lain dari penyakit ini adalah benjolan pada bagian ketiak, rasa
nyeri pada payudara, perubahan warna atau tekstur pada payudara, puting
tertarik ke dalam, areola (daerah di sekitar putting susu yang berwarna
coklat), atau pada puting susu. Pada beberapa kasus, kanker payudara
dideteksi dari keluarnya cairan dari puting susu yang berwarna
kekuningan, kehijauan atau bernanah.
Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini
mungkin, sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyebar. Salah satu
penyebab kematian yang tinggi akibat penyakit ini disebabkan karena
kurangnya kesadaran untuk mendeteksi gejala-gejala yang ada. Umumnya
setelah sampai pada keluhan-keluhan yang berat, penderita baru
berkonsultasi ke dokter yang sering kali berarti kanker sudah dalam
stadium lanjut. Sehingga apabila penyakit ini sudah sampai stadium
lanjut, maka akan sulit untuk disembuhkan.
Periksa Payudara Sendiri
Agar masyarakat, khususnya wanita dapat melakukan pemeriksaan pada
payudara secara teratur, maka dibuat gerakan yang dinamakan Sadari atau
Sarari yang merupakan singkatan dari “Periksa Payudara Sendiri”.
Dianjurkan agar pemeriksaan dilakukan 1 bulan sekali setelah menstruasi
kira-kira 4-7 hari setelah menstruasi.
Pada pemeriksaan ini, hal yang dilakukan adalah:
Berdiri di depan cermin dengan posisi bahu lurus dan kedua tangan di
pinggang. Perhatikan apakah ada perubaan fisik payudara Anda, misalnya
perubahan bentuk, ukuran atau warna payudara.
Angkat kedua tangan ke atas dan perhatikan kembali apakah ada perubahan fisik payudara yang tampak.
Tekan puting susu dan lihat apakah ada cairan yang keluar dari puting susu.
Berbaring dan raba payudara bagian kanan dengan tangan kiri dan
sebagainya. Buat pola memutar dan rasakan apakah pada payudara terdapat
benjolan dan lainnya.
Saat duduk atau berdiri coba pijat payudara untuk menemukan apakah ada
benjolan yang mencurigakan. Raba daerah ketiak sampai perut untuk
memeriksanya.
Gerakan Sadari dapat dilakukan oleh pasangan hidup kepada istrinya. Atau
para suami dapat mengingatkan istrinya agar melakukan pemeriksaan
Sadari secara teratur. Peranan keluarga tentu dapat memudahkan
terdeteksinya penyakit ini.
Jika Anda Terkena Kanker Payudara
Saat seseorang dinyatakan menderita kanker payudara, kebanyakan
penderita akan langsung terpukul secara emosi. Mereka merasa mendapat
vonis mati, walaupun sebenarnya bisa saja penderita disembuhkan terlebih
lagi bila masih dalam stadium dini. Pada tahap lanjut, dampak emosi dan
psikologis dapat menyebabkan seorang penderita kanker mengalami
depresi. Hal ini dapat memperburuk keadaannya. Untuk itu, perlu adanya
dukungan dari pihak keluarga atau teman.
Penderita kanker payudara sebaiknya memberitahu keluarga atau teman
mereka karena penderita membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat
akibat dampak emosi yang dialaminya. Adalah hal yang wajar apabila
penderita tidak mau memberitahu keluarga atau temannya tentang penyakit
mereka. Alasannya karena mereka tidak mau merepotkan atau membuat orang
yang mendengarnya menjadi sedih atau khawatir. Tetapi, bayangkanlah
keadaan sebaliknya, bila Anda yang tidak diberitahu oleh keluarga atau
teman dekat Anda bahwa ternyata dia menderita kanker, tentu Anda akan
semakin sedih karena Anda tidak tahu dan mungkin tidak memberikan
bantuan yang dibutuhkan.
Teman hidup adalah seseorang yang paling dekat dan bisa Anda ajak bicara
untuk menemukan pengobatan terbaik dan dampak yang mungkin harus
dialami. Penderita kanker payudara mungkin merasa minder dengan
keadaannya sehingga mempengaruhi saat melakukan hubungan suami istri.
Sebaiknya, hal ini juga dibicarakan dengan suami Anda agar dapat
dimengerti dan dapat memberi bantuan dengan memberikan pelukan atau
ungkapan sayang lainnya.
Anak-anak yang masih kecil mungkin tidak mengerti apa yang sedang
terjadi. Tetapi, bila anak Anda sudah dapat diajak bicara, Anda dapat
menceritakan dengan bahasa yang sederhana apa yang dimaksud dengan
kanker payudara dan efek yang mungkin akan terjadi pada fisik Anda
seperti kebotakan akibat kemoterapi atau perubahan pada payudara. Hal
ini penting agar anak-anak yang masih lugu tidak mendapatkan informasi
yang salah dari orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat membuat
mereka mennjadi takut atau benci kepada Anda atau merasa bahwa apa yang
Anda alami akibat kesalahan mereka.
Tidak semua teman atau keluarga yang tidak terlalu dekat perlu
diberitahu apabila Anda merasa tidak nyaman untuk menyampaikannya. Anda
juga tidak perlu menanggapi seluruh komentar yang diberikan oleh teman,
keluarga atau orang lain yang mengetahui penyakit Anda. Selalu ada
komentar yang positif dan negatif. Jadi, hal itu tidak perlu dipikirkan
secara berlebihan yang dapat merusak ketahanan tubuh Anda.
Untuk menambah semangat, Anda dapat bergabung dengan kelompok sesama
penderita kanker payudara. Di Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia dapat
mengakomodasi kebutuhan ini. Dalam kelompok ini, mereka dapat memberi
semangat dan keyakinan agar Anda dapat sembuh. Cerita-cerita dari
penderita lain mungkin dapat membuat Anda merasakan keadaan Anda masih
lebih baik. Atau cerita dari penderita lain yang gigih untuk melawan
penyakitnya dan dapat memperoleh kesembuhan dapat membantu Anda
memperoleh kekuatan untuk tidak menyerah pada keadaan.
Jadi, tetaplah bersemangat untuk melawan penyakit Anda. Bila ada anggota
keluarga atau teman Anda yang menderita tumor atau kanker payudara,
Anda dapat memberikan dukungan yang diperlukan karena mengetahui
penderitaan yang mereka alami. Dukungan tersebut dapat membantu
kesembuhan mereka.